Matamata.com - Wafatnya aktor Rudy Wowor dalam usia 74 tahun hari ini, Jumat (5/10/2018), menyisakan duka bagi para aktor dan sineas Tanah Air. Tak bisa dipungkiri, Rudy Wowor punya kiprah yang patut diakui di dunia perfilman Tanah Air.
Sebagai seorang aktor, Rudy Wowor telah memulai kariernya sejak tahun 1970-an. Hingga di pengujung usia, lelaki kelahiran Amsterdam, Belanda 13 Desember 1943 masih aktif berakting.
Tak heran bila kepergian Rudy Wowor membuat rasa kehilangan sejumlah para sineas di Indonesia. Sejumlah artis, aktor, sutradara hingga produser di Tanah Air pun menyampaikan duka melalui media sosial.
Sutradara ternama Joko Anwar misalnya, ikut merasa kehilangan dengan kepergian Rudy Wowor. ''Selamat jalan, Om Rudy Wowor. A screen legend,'' tulis Joko Anwar di Twitter.
Sementara produser Nia Dinata teringat kerja samanya dengan Rudy Wowor di film Quickie Express. ''RIP Oom Rudy Wowor salah satu aktor di film kami, Quickie Express. Dedikasi mu dalam dunia seni peran dan seni tari tak akan terlupakan,'' twit Nia Dinata.
Kehilangan juga disampaikan aktor Dennis Adhiswara. Di Twitter, ia mentwit: ''Terima kasih atas karyamu selama ini. Rest in peace, om Rudy Wowor.''
Berita Terkait
-
Abimana dan Morgan Oey Ceritakan Rumitnya Syuting Laga 15 Menit di Ghost in the Cell
-
Demi Keimanan dan Cinta, Marcell Darwin dan Vinessa Inez Rela Berkorban
-
Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bandel ke Barak Tuai Pro-Kontra, Joko Anwar: Cara Lama Tak Bikin Anak Lebih Baik
-
Joko Anwar Klarifikasi Soal Film Pengepungan di Bukit Duri: Bukan Untuk Menyebar Ketakutan, Tapi Mengajak Dialog
-
Adu Banyak Jumlah Penonton Film Siksa Kubur dan Badarawuhi di Desa Penari di Hari Pertama Tayang
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo