Matamata.com - Kabar duka datang dari maestro keroncong, Mus Mulyadi. Mus meninggal dunia di usia 73, hari ini Kamis, (10/4/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kabar duka itu disampaikan salah seorang putra Mus Mulyadi, Erick Mulyadi di Instagram.
Di Instagram, Erick mengunggah foto tangan yang diduga ayahnya yang masih tertancap jarum infus.
"Selamat jalan papa, papa sudah nggak sakit lagi. Maafin aku yang belum bisa membahagiakan papa. Papa sudah bersama Bapa di surga. Amin," tulis Erick di Instagram.
Kabar duka itu juga dibenarkan adik Mus Mulyadi yang juga seorang musisi, Mus Mujiono.
"Iya betul (Mus Mulyadi meninggal dunia), karena penyakit diabetes. Meninggalnya tadi pagi sekitar pukul 08.00 di Rumah Sakit Pondok Indah," kata Mus Mulyadi melalui sambungan telepon.
Namun sayangnya, Mus Mujiono mengaku belum tahu kapan sang kakak akan dimakamkan.
"Saya kurang tahu soal pemakaman. Sebaiknya kontak anaknya saja, Erick. Dia yang urus semua," kata Mus Mujiono.
Mus Mulyadi merupakan seorang maestro keroncong Indonesia kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 14 Agustus 1945. Ia telah menghasilkan puluhan hits dan beberapa kali membintangi film layar lebar. (Ferry Noviandi)
Berita Terkait
-
The Gentleman Bikin Nostalgia Prambanan Jazz 2023, Deddy Dhukun Cs Hipnotis Penonton Darah Biru
-
The Gentlemen Rilis Lagu "Sudah Waktunya"
-
Tak Ada Disaat Terakhir Sang Ayah, Putri Mus Mulyadi Ungkap Penyesalannya
-
Sebelum Meninggal, Mendiang Mus Mulyadi Ingin Makan Buah Ini
-
Mus Mulyadi Banyak Berkisah Soal Ini di Malam sebelum Meninggal
Terpopuler
-
Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Raja Ampat, Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Adat Mansorandak
-
Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global
-
KPK Ungkap Alasan Pemanggilan Staf PBNU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
391 Jamaah Haji Kloter Pertama Resmi Diberangkatkan via Bandara Soetta
-
Menkeu Sebut Aturan Baru Tak Ubah Total Pajak Kendaraan Listrik, Hanya Geser Skema
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo