Matamata.com - Usai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya bereaksi mengenai tayangann variety show di televisi, semacam Pesbukers. KPI, meminta tayangan tersebut menghentikan aksi goyangan tak pantas dan bullying.
KPI menilai, aksi goyang seronok dan bullying tak pantas dilakukan dan mengganggu kekhusyuan ibadah puasa Ramadhan 1440 H/2019.
KPI akan memberi sanksi berat jika permintaan di atas tak indahkan oleh lembaga penyiaran di antaranya sanksi penghentian terhadap program siaran yang dimaksud.
Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah mengatakan, pihaknya telah beberapa tahun terakhir menjalin kerjasama dengan MUI dalam pengawasan konten siaran Ramadan.
"Kami berterimakasih kepada MUI yang telah memberi kami masukan untuk mengambil tindakan terhadap tayangan yang dimaksud. Kami pun telah menemukan hal-hal yang tidak pantas ditayangkan dalam siaran tersebut dan untuk itu kami telah mengambil tindakan untuk program tersebut," kata Nuning, dikutip dari website resmi KPI, Rabu (29/5/2019).
Beberapa program siaran variety show yang menjadi sorotan dan ditemukan muatan yang dimaksud yakni Sahurnya Pesbukers (ANTV), Saur Seger (Trans7), dan Gado-Gado Sahur (Trans TV).
Komisioner bidang Isi Siaran ini juga menambahkan, KPI bersama MUI bersepakat akan melakukan langkah strategis guna meminimalisir atau menghilangkan muatan yang tak pantas tersebut dengan mengarahkan seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menayangkan program dengan muatan serupa di Ramadan berikutnya.
Seperti diketahui, Ketua MUI bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi mendesak Pesbukers dihentikan. Ia menyoroti banyak pelanggaran dalam acara yang ditayangkan ANTV itu. Salah satunya, aksi peluk Raffi Ahmad dengan Zaskia Gotik yang bukan muhrim. Selain itu, acara tersebut juga kerap merisak para pengisi acara, seperti yang terjadi dengan Haruka Nakagawa.
Suara.com/Ferry Noviandi
Berita Terkait
-
MUI Tegaskan Sapi Kurban Banpres Pakai APBN Sah Secara Syariat dan Konstitusi
-
MUI Bertemu Dubes Arab Saudi, Tegaskan Indonesia Tolak Segala Bentuk Penjajahan
-
Seskab Teddy, Yovie Widianto, dan Raffi Ahmad Bahas Strategi Bahasa Indonesia Mendunia
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
3 Jam Bahas Geopolitik Global, Presiden Prabowo Ajak Ulama Perkuat Persatuan Nasional
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo