Matamata.com - Drama 'Ikan Asin' masih terus bergulir. Terbaru, Pablo Benua mencabut kuasa pengacaranya.
Awalnya, Pablo Benua menunjuk Andar Situmorang sebagai kuasa hukumnya untuk melaporkan balik Fairuz A Rafiq dan Hotman Paris.
Namun tiba-tiba saja Pablo Benua memilih untuk mencabut kuasa Andar Situmorang sebagai pengacaranya. Hal ini yang menyebabkan laporan Andar Situmorang ditolak mentah-mentah oleh polisi.
Mengetahui hal ini, Hotman Paris lantas memberikan tanggapannya. Dalam unggahannya, ia membandingkan nasib pengacara Pablo Benua dengan sebuah video.
''Orang orang ini bernasib baik! Tapi para pengacara Pablo nasibnya beda! ''
Pengacara berdarah batak tersebut juga menduga apakah langkah Pablo Benua memutus kuasa pengacaranya karena kemampuannya belum bisa mengimbangi Hotman.
''Di putus sama Pablo! Apa karena belum bisa imbangin Hotman?''
''He he lihat penampilan kuasanya yg di pecat???? Ha ha ha ha!!!!,'' tulis Hotman Paris dalam unggahannya.
Berita Terkait
-
Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo: Cuma Foto Bareng
-
Jadi Pengacara, Teuku Ryan Merasa Kesulitan soal Bahasa di Sinetron 'Istiqomah Cinta'
-
Hotman Paris Tegaskan Nadiem Tak Terima Uang dari Proyek Chromebook
-
Blusukan ke Pasar Flamboyan Pontianak, Wapres Gibran Borong Pakis hingga Ikan Asin
-
Hotman Paris Ungkap Alasan Menolak Dampingi Paula Verhoeven, Soroti Fenomena "No Viral No Justice"
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo