Matamata.com - Muhammad Burhanuddin selaku kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua menyebut kliennya mengalami stres di dalam rutan Polda Metro Jaya. Bahkan menurutnya, Rey sampai mengalami penurunan berat badan.
"Iya kalau tadi Rey ngomong bahwa berat badannya turun sekitar 3 kilogram. Dia puasa hari ini dia bilang tadi," kata Burhanuddin di Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019).
Menurutnya, hal yang wajar jika Rey Utami mengalami tekanan di penjara. Apalagi, ada sosok anak yang dirindukan.
"Ya namanya orang ditahan pasti stres lah, depresi. Biasanya di luar senang, tiba-tiba di dalam. Mereka juga kan ada anak kecil, jadi kami sudah masukkan surat penangguhan penanganan, masih diproses," jelasnya.
Keduanya berusaha melakukan upaya-upaya untuk meringankan. Sebab, menurut kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua sadar tak kebal hukum.
"Mudah-mudahan ya karena dari segi kemanusiaan, mudah-mudahan dua duanya bisa ditangguhkan atau salah satunya," ujarnya.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo