Matamata.com - Isu bullying yang dialami Anak Nunung rupanya cukup meresahkan pihak sekolah.
Hal ini membuat pihak sekolah merasa harus mengklarifikasi berita yang viral belakangan ini.
"Tidak ada bully terhadap ananda ibu N," ungkap kepala sekolah tempat anak Nunung bersekolah, Selasa (23/7/2019).
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa proses belajar mengajar di sekolahnya hanya berjalan lima hari. Sementara kabar yang beredar kasus bullying terhadap anak Nunung terjadi pada Sabtu (20/7/2019) pagi.
"Proses belajar juga sudah berakhir pada Jumat pukul 10 pagi," tambahnya.
Selain soal bullying, pihak sekolah juga mengklarifikasi soal perpindahan anak Nunung yang tidak benar.
Seperti diketahui Nunung dan suaminya, Iyan Sambiran dibekuk aparat kepolisian di kediaman mereka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).
Dalam penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti narkoba berupa sabu seberat 0,36 gram.
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
Terpopuler
-
King Nassar Punya Cara Unik untuk Lepas Penat
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
-
Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo