Matamata.com - Pada akhir tahun ini, Barbie Kumalasari berencana akan terbang ke Amerika Serikat. Hal itu sebagai pembuktian kepada netizen yang tak percaya bahwa dirinya pernah tinggal di negeri Paman Sam.
"Penginnya sih akhir tahun ini, kalau jadi berangkat ke sana doain aja ya. Biar pada tahu gitu, habis dibilangnya halu apa, kan lucu," kata Barbie Kumalasari, ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Senin (16/9/2019).
Beberapa waktu lalu istri Galih Ginanjar ini menunjukkan fotonya saat berada di Amerika. Bukannya percaya, netizen justru menyebut foto hasil rekayasa digital.
Kejanggalan ditemukan netizen yang sadar adanya kesamaan busana serta pose Barbie Kumalasari dengan foto lamanya. Bahkan latar belakang di Casino sama dengan laman iklan perhotelan.
"Aku sangat lucu aja kan ada foto aku di San Fransisco, Las Vegas. Itu kan baru sedikit aja itu nggak ada yang percaya," ungkapnya.
Tak ingin ambil pusing Barbie Kumalasari memilih acuh dengan komentar negatif netizen tentang fotonya.
"Jadi ya sudahlah terserah orang mau nge-bully aku apa, yang penting kan apa yang aku lakukan itu benar," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, salah satu akun gosip @Lambe_turah mengunggah dua foto Barbie Kumalasari yang tengah berada di Negeri Paman Sam, Amerika.
Foto pertama Barbie Kumalasari tengah berada di bukit berlatar belakang Hollywood mengenakan pakaian sport. Sementara foto kedua menunjukan dia sedang berada di Casino.
Sontak warganet membandingkan foto tersebut dengan foto lama Barbie Kumalasari bebaju dan gaya yang sama. Bahkan diketahui background Casino merupakan gambar dari website perhotelan.
"Terniat ngedit-ngedit foto coy," kata pemilik akun @pujias_15.
"Kehaluan di ambang batas kemampuan," ujar pemilik akun @yonph.
"Editannya ngalahin editan FIM Avenger," seru @dessy_etia
"Untuk jasa edit foto semoga rezekinya lancar," timpal pemilik akun @erenhill. [Evi Ariska]
Berita Terkait
-
AS Tetapkan Iran sebagai Ancaman Terbesar di Timur Tengah dalam Strategi Kontraterorisme Terbaru
-
Macron Tegaskan Prancis Tak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz
-
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
-
China Sebut Situasi Timur Tengah Kritis meski Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang
-
Konflik Iran AS: China Protes Penyitaan Kapal di Selat Hormuz dan Ancaman Bom Trump
Terpopuler
-
Prabowo Targetkan Bagi 1.582 Kapal Ikan untuk Sejahterakan Nelayan
-
Prabowo Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Miangas, Janjikan Renovasi Sekolah dan Puskesmas
-
Menag Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
-
Menhut: Pemerintah Fokus Jaga dan Perbaiki Ekosistem Kantong Gajah yang Tersisa
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo