Matamata.com - Ruben Onsu mengatakan bahwa Betrand Peto tidak tahu menahu soal bully yang dilakukan warganet di media sosial. Presenter kondang itu menegaskan bahwa remaja 14 tahun itu belum diizinkan menggunakan sosial media.
"Sampe sekarang Betrand tidak tahu. Karena Betrand itu tidak menggunakan sosial media, kecuali harus ada beberapa lagu yang harus dipelajari di digital, itu wajib (menggunakan)," kata Ruben Onsu, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).
"Tapi kondisinya sudah saya save dulu dan di airplane mode. Untuk belajar juga, sekarang Betrand bimbel dan menggunakan aplikasi, secara digital juga dia. Tapi bukan sosial media," sambungnya lagi.
Kendati begitu, Ruben Onsu pernah mencoba memberitahu Betrand Peto perihal ini.
"Tapi saya sempet salah ngomong, 'Takutnya kak ada yang ngomongin kakak,' jawaban dia dengan polosnya, 'Netizen berarti jahat yah ayah,' 'Bukan jahat cuma mereka memberikan saran' pertanyaan spontanitas dari dia yang harus saya jawab di tempat," ucap Ruben Onsu.
"Itu yang saya bilang tidak semua orangtua bisa menjawab itu dengan cepat. Saya menjawab itu dengan tegas biar dia tidak panik. Karena ketika saya melakukan gesture tidak nyaman, dia sudah bisa, 'Ayah are you Ok?" imbuhnya.
Terlepas dari itu, host Brownis ini menjamin psikologis Betrand Peto belum terganggu. Sejauh ini, sang anak masih belum paham terkait situasi yang menimpanya.
"Anak saya masing-masing punya psikolog yang membantu perkembagan anak. Jadi mentalnya Betrand masih stabil," tutur Ruben Onsu.
Seperti diketahui, nama Betrand Peto sempat menjadi perbincangan hangat netizen di Twitter. Hal itu berawal setelah video pelukan dan ciumannya dengan ibu sambungnya, Sarwendah viral. (Sumarni)
Berita Terkait
-
Kemkomdigi Kaji Aturan Wajib Registrasi Akun Media Sosial Menggunakan Nomor Ponsel
-
Betrand Peto Raih Juara 2 di Badminton 'Sportstive+'
-
Menag Instruksikan Madrasah Kawal Implementasi Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
DPR Dorong Indonesia Adopsi Kebijakan Korea Selatan untuk Tampilkan Riwayat Pelaku Bully Saat Daftar Kuliah
Terpopuler
-
Warga RW 10 bersama Lurah Kalisari, Gelorakan Budaya Pilah Sampah dari Rumah
-
Konferensi Perjanjian Nuklir NPT Gagal Capai Kesepakatan, Sekjen PBB Kecewa
-
Prabowo Tegaskan RI Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik
-
Prabowo Minta Kabinet Merah Putih Stop Bangun Kantor Mewah, Alihkan ke Proyek Produktif
-
China Kritik Rencana Kenaikan Anggaran Pertahanan Jepang, Soroti Pengerahan Rudal AS
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo