Matamata.com - Kondisi suaminya, Dwi Sasono, saat baru ditangkap karena kasus narkoba pada Mei lalu dibeberkan Widi Mulia. Menurutnya, mental suaminya itu sempat drop.
Dwi menyesal telah terjerumus ke dunia narkoba. Apalagi lelaki 40 tahun itu sudah berbohong kepada keluarganya.
"Kondisi mentalnya drop sedropnya awalnya. Apa lagi dia tahu bahwa dia menyembunyikan ini sama kita semua," kata Widi Mulia di tayangan Rumpi, Kamis (17/9/2020).
Personel grup masuk AB Three ini mengatakan, Dwi Sasono tak berhenti mengucapkan maaf. Sebaliknya pada kondisi sang suami, Widi justru merasa kasihan.
"Istilahnya dia bilang ‘maaf banget aku sudah bohongin’. Karena kita benar-benar kecolongan, nggak tau ya. Dia bilang minta maaf aku bingung, aku bilang nggak usah kasihan sama aku, aku nya kasihan sama kamu," ujarnya.
Widi Mulia pun sempat kebingungan kala itu. Terkait persoalan hukum yang menimpa Dwi Sasono, Widi tak tahu harus berbuat apa.
"Ya kalau pun misalnya aku sudah tau lama juga, aku suka ngebayangin 'aku harus gimana' gitu. Pertama dia drop, kita pun sama," katanya. "Dia drop dan merasa bersalah banget. Dan buat aku sih ya sudah. Sudah terjadi, kita mau gimana dari sini," ujar dia lagi.
Diberitakan sebelumnya, Dwi Sasono ditangkap polisi satuan narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di kediamannya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2020). Polisi mengamankan narkotika jenis ganja seberat hampir 16 gram dalam penangkapan tersebut.
Kasus yang menjerat Dwi Sasono sudah masuk persidangan. Dia didakwa dengan dua pasal alternatif, yakni pasal 111 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1. Dua pasal tersebut memungkinkan Dwi dibui maksimal 5 tahun atau direhabilitasi. Dwi Sasono berada di dalam penjara selama persidangan. Dia ditempatkan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. [Evi Ariska]
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo