Matamata.com - Arie Kriting sempat menuliskan kritiknya terkait Nagita Slavina dan Raffi Ahmad yang menjadi ikon PON XX Papua. Menurutnya, yang ditunjuk sebagai ikon ajang olahraga itu harusnya orang asli Papua.
Tapi Arie malah dihujat banyak orang. Melihat hujatan tersebut, suami Indah Permatasari itu menjelaskan maksud dari kritikannya.
"Yang menyebut kak Raffi dan kak Nagita sebagai duta PON XX Papua adalah media arus utama. Dan fokus kami bukan itu. Aspirasi kami adalah representasi," tulis Arie lewat Instagram Story.
Arie lantas menuliskan permintaan maafkan kepada Raffi apabila kritiknya kurang berkenan. Ia hanya berharap panitia PON XX bisa lebih bijaksana ke depannya.
"Mohon maaf kakak Raffi jika ada yang kurang berkenan. Kami hanya berharap panitia pelaksana bisa lebih bijaksana," lanjutnya.
Komika sekaligus aktor itu juga mengatakan bahwa Raffi adalah sosok yang baik dan tetap akan membantu sosialisasi PON XX meski tak menjadi ikon.
"Saya yakin kak Raffi orang baik. Tanpa embel2 duta atau ikon, saya yakin kak Raffi tetap akan bantu sosialisasi PON XX Papua. Mohon sekali lagi bila ada (ucapan) yang kurang berkenan. Salam persatuan," tutupnya.
Saat menyuarakan pendapatnya, Arie langsung diserang fans Raffi dan Nagita. Menurut para fans, sikap pria 36 tahun itu terlalu berlebihan.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy, Yovie Widianto, dan Raffi Ahmad Bahas Strategi Bahasa Indonesia Mendunia
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
-
Peduli Bencana Alam di Sumatera, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Kirim Bantuan Rp15 Miliar
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo