Matamata.com - YouTuber Gita Savitri tengah menjadi perbincangan di kalangan netizen pengguna Twitter. Bahkan, nama Gita Savitri sempat menduduki trending topic Twitter dengan ribuan cuitan dari netizen.
Semua berawal dari opini Gita Savitri soal aksi timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Qatar. Saat laga melawan Jepang, timnas Jerman kompak foto menutup mulut sebagai protes atas kebijakan Qatar yang melarang kampanye One Love.
Imbas kejadian itu, Gita Savitri panen komentar hingga dinilai selalu benar. Tak terima disebut demikian, Gita Savitri membuat komentar balasan yang cukup menusuk.
"Mba ini tuh nggak usah diingetin, nggak usah dihujat guys. Dia kan si paling bener. Diemin saja mending," tulis salah satu netizen.
"Gue sudah ba**t-ba**t poin yang lo bisa dapat adalah 'Gita emang merasa paling bener' ya sis? Dulu lo stunting kali yah makanya agak lamban," jawab Gita Savitri.
Niat hati membela diri, balasan Gita Savitri terhadap netizen yang mengkritiknya justru jadi boomerang. Sebab, Gita menyinggung masalah stunting sehingga langsung panen kritikan.
Tapi, dia tak berhenti begitu saja dan kembali membuat komentar pedas.
"Ya diurus dong anaknya jangan malah maen Instagram ngebacain komen di foto orang," kata Gita Savitri.
"Nih lagi orang stunting nambah satu. Freak," timpal Gita Savitri menyemprot netizen lainnya.
Komentar Gita Savitri ini kemudian diunggah ulang oleh akun @tanyakanrl di TikTok dan langsung banjir kecaman.
"Ketikannya jahat banget. Dia kritik apa-apa bisa, masa dikritik balik nggak bisa si. I mean, dia dengan seenak jari tangannya mengetik apa yang dia pikirin, tapi pas dikritik balik gara-gara nggak semua orang setuju sama pendapatnya malah nggak boleh," tulis salah satu netizen.
"Ketikannya... jahat banget. Kayak gak ada empatinya. Kalo stunting pasti punya alasan kan, entah karena perekonomian keluarga yang kurang stabil sampai-sampai bikin si anak kurang gizi," timpal lainnya.
Video yang mungkin Anda sukai:
Berita Terkait
-
Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Generasi, Bukan Komoditas Politik
-
Wamen Isyana Dorong Perluasan Distribusi Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita
-
Anggota DPR Desak Pemerintah Tangani Kasus Stunting di Lokasi Bencana Sumatera
-
Wapres Gibran Apresiasi Klungkung Cegah Pernikahan Dini dan Tekan Stunting hingga 5,1 Persen
-
Cegah Stunting pada Janin, Ibu Hamil Disarankan Perbanyak Asupan Nutrisi dan Hindari Asap Rokok
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo