Muhammad Azy Aminullah | MataMata.com
ilustrasi masjid (pixabay.com)

Matamata.com - Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan, warga di wilayah Deagu distrik Daehyeon-dong dikabarkan menolak keras pembangunan masjid.

Dari keterangan yang diperoleh, pembangunan masjid di wilayah Daegu tersebut dibuat untuk rumah ibadah beberapa imigran.

Pembangunan masjid di Daegu tersebut rencananya bakal bersampingan dengan Kyungpook National University.

Baca Juga:
Gemas Banget, Viral Video Nahyan Jadi Ajudan Wali Kota Medan: Ketua Lagi Ngupi-Ngupi

Dikutip dari South China Morning Post pada Jumat (30/12/2022), aksi keras penolakan warga adalah berupa memasang spanduk hingga memblokade akses ke masjid.

Aksi penolakan kian memuncak pada 15 Desember 2022. Sejumlah warga merayakan pesta dan memanggang babi di lokasi pembangunan masjid tersebut.

Baru-baru ini, para warga juga dikabarkan menaruh tiga kepala babi yang ditaruh di gang arah perjalanan menuju masjid.

Baca Juga:
Detik-detik Indah Permatasari Genggam Tangan Ibunya Viral, Arie Kriting Dicari: Udah Damai?

Bukan hanya satu kali, aksi warga sekitar menaruh kepala babi di sekitar wilayah masjid tercatat sudah 3 kali dilakukan.

Aksi warga menaruh kepala babi itu pertama kali dilakukan pada 27 Oktober 2022. Selanjutnya, aksi digelar pada 14 November 2022 dan 6 Desember 2022.

Menurut perwakilan mahasiswa Muslim di universitas tersebut, sikap Islamophobic warga sekitar kian hari kian menjadi-jadi.

Baca Juga:
Waduh! Ibu Mertua yang Viral Ternyata Pernah Kirim Chat Tak Senonoh: Jangan Lupa Berbuat 'Gitu'

"Mereka memanggil kami teroris, mereka memasang baner menentang agama kami," kata Razaq.

Oleh karena itu, Razaq menilai aksi keras penolakan warga sekitar sudah merupakan bentuk gerakan Islamophobic.

"Apalagi aksi mereka kalau bukan Islamophobic?" kata Razaq.

Sementara itu, pihak pemerintah Kota Daegu dikabarkan tidak bisa mengambil sikap atas aksi penolakan keras warga terhadap pembangunan masjid.

Pejabat Kota Daegu mengungkap, tidak memiliki wewenang untuk membersikan kepala babi tanpa persetujuan dari penduduk.

Load More