Matamata.com - Atas pemberitaan yang dianggap melanggar hukum alias tidak sah, Pangeran Harry menuntut pers Inggris pada Selasa (01/10/2019). Suami Meghan Markle itu merasa keluarganya ditindas sudah oleh pers.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan langsung oleh Pangeran Harry, adik Pangeran William ini takut jika kejadian yang menimpa ibunya, Putri Diana akan terulang kembali pada keluarganya.
"Saya kehilangan ibu saya dan sekarang saya melihat istri saya menjadi korban dengan kekuatan yang sama," ungkap Pangeran Harry seperti yang dilansir dari Reuters.
Dengan kata-kata panjang dan emosional, ia mengatakan tak ingin keluarganya hancur karena pers.
"Ketakutan terdalam saya adalah sejarah berulang dengan sendirinya. Saya telah melihat apa yang terjadi ketika seseorang yang saya cintai mengalami komoditisasi hingga mereka tidak lagi diperlakukan atau dilihat sebagai orang yang nyata", tulisnya.
Sementara itu, firma hukum yang mewakili Meghan Markle dan Pangeran Harry menggambarkan penerbitan surat tersebut sebagai bagian dari kampanye oleh kelompok media. Di mana hal tersebut sengaja menerbitkan kisah palsu dan secara langsung merendahkan Meghan dan suaminya.
"Kami telah mengeluarkan proses untuk memperbaiki pelanggaran privasi ini, pelanggaran hak cipta dan agenda media yang disebutkan sebelumnya," ujar pihak Schillings, firma hukum yang mewakili keluarga Sussex.
Meski demikian, pihak Schillings tidak memberikan rincian terkait surat yang dimaksud ataupun tanggal publikasinya.
Dalam akhir pernyataannya, pangeran Harry mengatakan jika tindakan tegas ini mungkin bukan yang diharapkan tapi ia yakin jika sikapnya sudah benar.
"Meskipun tindakan ini mungkin tidak aman, tapi ini yang benar," tutupnya. [Rima Suliastini]
Berita Terkait
-
Meghan Markle Dihantam Gugatan Rp160 Miliar dari Penonton Netflix Gara-Gara Garam Mandi
-
Merasa Nyaman di AS, Pangeran Harry Pertimbangkan Ganti Kewarganegaraan
-
Raja Charles Didiagnosis Mengidap Kanker, Pangeran Harry Tiba di London Tanpa Meghan Markle
-
Pangeran Harry Menang Gugatan Rp2,7 Miliar, Sebut Kemenangan Penting
-
Makin Panas, Pangeran William dan Kate Middleton Sudah 7 Bulan Tidak Bicara dengan Pangeran Harry
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!