Matamata.com - Gaya hidup yang glamor memang identik dengan Ivanka Trump. Tak heran, selain menjadi pengusaha, ia juga mendapat penghasilan yang tak sedikit sebagai penasehat khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump alias ayahnya sendiri.
Mengingat banyaknya pundi-pundi uang yang dihasilkan, bukan hal yang menghebohkan jika Ivanka Trump memiliki selera yang sangat baik untuk urusan fesyen.
Sayangnya, hal ini justru jadi bumerang untuk dirinya. Gaya busananya saat tampil di Dubai untuk acara Global Women's Forum (GWF) menuai kritikan.
Melansir laman Albawaba, Melania Trump memakai kerudung mewah saat mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi dan itu membuat netizen menanggapinya dengan sinis.
Banyak yang menuduhnya memberi dukungan palsu. Ada juga mengaitkan kerudung Ivanka Trump dengan banyaknya wanita muslim yang dipaksa berkerudung oleh hukum atau budaya setempat.
"Saya sangat kecewa dia mengenakan kerudung. Dia seharusnya melepas itu di dalam masjid dan melambaikannya. Saya tahu bahwa Ivanka melakukan banyak hal untuk pemberdayaan wanita, tapi itu adalah kesalahan besar baginya untuk mengenakan kerudung, bahkan ketika dia mengenakannya di dalam masjid," tulis netizen.
"Saya malu padamu, Ivanka!! Suatu hari Anda akan diperintah oleh pria yang akan memaksa Anda untuk mengenakan kerudung!! Memiliki empati untuk para wanita yang dicambuk & dipenjara di Timur Tengah. Anda harus memimpin dengan kepala terangkat tinggi untuk hak & kebebasan wanita!!" tulis yang lain.
"Postingan seperti ini TIDAK membantu wanita. Itu membuatnya tampak seperti pemotretan glamor - bukan pekerjaan serius," tulis yang lain.
Kala mengunjungi masjid itu, Ivanka Trump memang tampil sangat cantik dalam balutan dress lengan panjang dan kerudung navy yang menutupi rambut pirangnya. Bagaimana menurutmu? [Rima Suliastini]
Berita Terkait
-
Menlu Iran Ingatkan Trump: Fasilitas Bisa Hancur, Tapi Teknologi Tak Bisa Dibom
-
Trump Klaim Kuasai Minyak Venezuela, Airlangga: Dampak ke Dunia Tidak Ada!
-
Pasca-Operasi Militer AS, Presiden Interim Venezuela Tetapkan 7 Hari Masa Berkabung
-
Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Aman Pasca-Serangan Amerika Serikat
-
Marco Rubio Bela Operasi AS di Venezuela: Tak Perlu Izin Kongres untuk Tangkap Nicolas Maduro
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!