Matamata.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga ke-106 kali bertujuan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.
“Kita terus berkeliling Jawa Timur untuk memastikan keterjangkauan masyarakat terhadap pemenuhan logistik, terutama bahan pokok. Tujuannya agar kebutuhan rumah tangga mereka bisa terpenuhi dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis.
Pasar murah yang berlangsung di Jalan Gundih, samping Dupak Grosir Surabaya pada Rabu (23/9), menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per sak, lebih murah dari harga pasar Rp15.516/kg dan HET Rp14.900/kg. Sementara beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dipatok Rp11.000/kg atau Rp55.000/sak, lebih rendah dari HET Rp12.500/kg.
Stok yang disediakan mencakup 500 kg beras premium dan 10 ton beras SPHP. Selain itu, tersedia gula pasir Rp14.000/kg (stok 150 kg), MinyaKita Rp13.000/liter (stok 200 liter), telur ayam ras Rp22.000/kg (stok 100 kg), dan daging ayam Rp32.000/pack (stok 50 kg).
Untuk kebutuhan dapur lainnya, pasar murah juga menawarkan bawang merah Rp28.000/kg dan bawang putih Rp24.000/kg—lebih murah dibanding harga pasar di Surabaya—serta tepung terigu Rp10.000/kg dengan stok 48 kg.
“Pada dasarnya, kami ingin memberikan layanan pemenuhan logistik rumah tangga semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan dan keterjangkauan masyarakat,” jelas Khofifah.
Terkait harga daging ayam yang meningkat, Khofifah menyebut penyebabnya adalah naiknya harga pakan, sehingga pemerintah segera menyiapkan langkah intervensi.
Sari, salah satu warga, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Terima kasih Ibu Gubernur untuk Pasar Murahnya di tempat ini. Saya belanja telur, tepung, bawang putih, bawang merah. Kalau telur biasanya harga Rp27 ribu, kalau di sini Rp22 ribu. Bawang merah bawang putih biasanya seperempat kg Rp10 ribu sama Rp12 ribu, tapi di sini bisa Rp7 ribu sama Rp6 ribu,” katanya.
Sementara itu, Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Surabaya menargetkan distribusi beras SPHP sebesar 21.105 ton. Hingga saat ini, realisasinya baru mencapai 6.194 ton atau 29,35 persen. Distribusi mencakup Kota Surabaya 2.941 ton, Kabupaten Sidoarjo 1.981 ton, dan Kabupaten Gresik 1.271 ton. (Antara)
Berita Terkait
-
Khofifah: Buruh Pilar Ekonomi Jatim, Pengusaha Wajib Bayar THR Tepat Waktu
-
Berguru ke Jawa Timur, Gubernur Sherly Tjoanda Sebut Khofifah Mentor Transformasi Digital
-
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
-
Khofifah Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Surabaya Jelang Ramadhan
-
Khofifah Puji Peran Pesantren Bangkalan dalam Mencetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
Terpopuler
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi