Matamata.com - Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelakar Presiden Prabowo Subianto yang menyebut partainya harus terus diawasi. Muhaimin meyakini pernyataan tersebut murni candaan antarsahabat dalam koalisi.
"Ya, itu bercanda, bercanda," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu selepas menghadiri retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026) malam.
Ia membantah anggapan bahwa kelakar tersebut merupakan sinyal kekhawatiran Presiden terhadap manuver politik PKB di masa depan. Menurutnya, aksi saling lempar candaan atau gojlokan adalah hal yang lumrah terjadi dalam pertemuan internal mereka.
"Enggak ada (yang perlu diawasi). Sering begitu, bercanda begitu saja," ujar Muhaimin sambil berlalu menuju kendaraannya.
Sebelumnya, dalam sesi pembukaan retret yang mengumpulkan seluruh pimpinan partai koalisi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koalisi pendukung pemerintah saat ini sangat kuat. Di penghujung arahannya, Prabowo sempat melontarkan candaan yang memancing tawa peserta retret.
"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo seraya menutup taklimatnya.
Sebagai informasi, PKB merupakan salah satu partai yang bergabung ke barisan pemerintah pasca-Pilpres 2024. Sebelumnya, Muhaimin Iskandar merupakan cawapres pendamping Anies Baswedan yang menjadi rival pasangan Prabowo-Gibran.
Namun, sejak Kabinet Merah Putih terbentuk, PKB resmi menjadi bagian dari koalisi strategis bersama partai lain seperti PKS dan NasDem.
Posisi Muhaimin sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat menjadi bukti nyata rekonsiliasi politik dan kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada PKB dalam menjalankan roda pemerintahan 2024-2029. (Antara)
Baca Juga
Berita Terkait
-
PKB Sebut Pertemuan Empat Pimpinan Parpol Bahas Percepatan Rehabilitasi Bencana Sumatera
-
Pemerintah Matangkan Rencana Pembagian Tanah untuk Petani Miskin
-
Menko Muhaimin Imbau Warga Tak Tergiur Tawaran Kerja Ilegal ke Kamboja
-
PKB Tegaskan Aksi di Trans7 Sebagai Bentuk Solidaritas untuk Ulama dan Pesantren
-
Prabowo Minta Muhaimin Cek dan Perbaiki Bangunan Pesantren Pasca Insiden di Sidoarjo
Terpopuler
-
KPK Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
-
Kadiv Humas: Loyalitas Polri di Bawah Presiden Harga Mati untuk Pembangunan Bangsa
-
Kemenhaj Tindak Tegas Petugas Haji Tak Layak, Enam Peserta Dicopot Akibat Indisipliner
-
Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Bansos Pangan Hingga Diskon Transportasi
-
Terdakwa Korupsi LNG Pertamina Desak Ahok dan Nicke Widyawati Bersaksi di Persidangan
Terkini
-
KPK Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
-
Kadiv Humas: Loyalitas Polri di Bawah Presiden Harga Mati untuk Pembangunan Bangsa
-
Kemenhaj Tindak Tegas Petugas Haji Tak Layak, Enam Peserta Dicopot Akibat Indisipliner
-
Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Bansos Pangan Hingga Diskon Transportasi
-
Terdakwa Korupsi LNG Pertamina Desak Ahok dan Nicke Widyawati Bersaksi di Persidangan