Matamata.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), mendorong pemerintah untuk segera melakukan ekspor beras dan jagung pada tahun 2026. Langkah ini dinilai relevan setelah Indonesia resmi dinyatakan mencapai swasembada pada kedua komoditas pangan strategis tersebut.
"Kita sudah swasembada beras dan jagung. Mudah-mudahan ke depan kita bisa ekspor, tahun ini (2026) kita targetkan bisa ekspor," ujar Titiek dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang berpusat di Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1).
Menurut Titiek, capaian ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dalam negeri, melainkan peluang besar untuk meningkatkan perekonomian petani dan menambah devisa negara melalui pasar global yang kompetitif.
Berdasarkan data resmi pemerintah, produksi jagung nasional saat ini telah mencapai 16,1 juta ton. Dengan tingkat konsumsi domestik berada di angka 15,6 juta ton, Indonesia mengantongi surplus sebesar 0,5 juta ton.
"Surplus 0,5 juta ton jagung ini menjadi modal kuat kita untuk ekspor tahun ini," tambah Titiek.
Ia juga memberikan apresiasi khusus atas kinerja lintas sektor, termasuk peran Kepolisian Republik Indonesia yang berkontribusi sekitar 20 persen dalam mendukung program pangan nasional strategis.
"Kontribusi lintas sektor ini harus terus ditingkatkan agar produksi nasional konsisten meningkat," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek menyampaikan rasa syukur atas visi Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mewujudkan swasembada pangan dalam waktu singkat. Ia juga memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian strategis tersebut.
Sebelumnya, pada Rabu (7/1), Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 2025 dalam acara Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat.
"Pengumuman swasembada oleh Presiden adalah tonggak sejarah. Sekarang tugas kita adalah menjaga semangat petani agar produktivitas tetap tinggi dan kualitas produksi siap memasuki pasar internasional," pungkas Titiek. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton dari Peternak Bantul
-
Wamendag Roro Esti Bidik Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia, Targetkan FTA Rampung 2026
-
Prabowo Targetkan Bagi 1.582 Kapal Ikan untuk Sejahterakan Nelayan
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh
Terpopuler
-
Hore Dapat Hadiah! Ratusan Warga Kota Tasikmalaya Kaget, Rumahnya Diketuk Tim 'Festival Tok Tok Buoy'
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
-
KPK Targetkan Pelimpahan Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Rampung Usai Musim Haji 2026
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital
-
Waisak 2026 di Borobudur: Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian
Terkini
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
-
KPK Targetkan Pelimpahan Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Rampung Usai Musim Haji 2026
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital
-
Waisak 2026 di Borobudur: Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian
-
Wapres Gibran Melayat Almarhum Ryamizard Ryacudu di Gedung Kemhan