Matamata.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menyatakan aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai menunjukkan tren positif pascabencana. Saat ini, tercatat sekitar 80 persen pedagang telah kembali beraktivitas di pasar tersebut.
"Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali. Aktivitas ini berjalan paralel dengan proses pembersihan pasar yang terus dilakukan," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/1).
Budi menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memprioritaskan pemulihan pasar-pasar terdampak bencana di wilayah Sumatera guna menggerakkan kembali roda perekonomian lokal.
Saat mengunjungi lokasi, Budi memastikan bahwa proses pembersihan terus digenjot agar pedagang bisa segera berjualan dengan nyaman.
"Kami telah mengecek kondisi di lapangan. Sembari pembersihan dilakukan, kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah terdampak tetap terjaga dan lancar," imbuhnya.
Pusat Ekonomi Aceh Tamiang Pasar Kuala Simpang merupakan pusat perdagangan vital di Kabupaten Aceh Tamiang yang telah berdiri sejak 1982. Pasar ini menampung sedikitnya 295 pedagang, yang terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, Kemendag melalui program "Kemendag Peduli" telah menyerahkan 100 unit tenda darurat pada Rabu (31/12/2025). Tenda-tenda ini berfungsi sebagai tempat berjualan sementara bagi pedagang yang kios atau losnya masih dalam tahap perbaikan.
Selain Aceh Tamiang, bantuan serupa juga telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang Desember 2025. Dana bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana internal pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat umum.
Stok Bahan Pokok Terkendali Mengenai ketersediaan pangan, Budi melaporkan bahwa stok daging ayam, telur, serta cabai saat ini terpantau terkendali. Hal ini dikarenakan adanya pasokan yang masuk dari Takengon dan Medan.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan, Kemendag telah berkoordinasi dengan Bulog dan ID Food. "Kami sudah menyurati pihak Bulog dan ID Food untuk segera mengisi pasokan minyak goreng Minyakita serta beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke daerah terdampak bencana," pungkas Budi. (Antara)
Berita Terkait
-
Mendagri: Jalan Nasional di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Sumatera 100 Persen Fungsional
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Pengerukan Muara di Aceh Tamiang Berjalan Efektif
-
Mendag Minta Produsen Perbanyak 'Second Brand' untuk Dampingi Minyakita
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
Terpopuler
-
Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Wardatina Mawa bakal Gugat Cerai Insanul Fahmi
-
Viral Troli Jadi Mainan 'Kereta-keretaan', Bandara Lombok Tegaskan Aturan Fasilitas
-
Sah! Prihati Pujowaskito dan Saiful Hidayat Resmi Nakhodai BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
-
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
-
Buka 'Era Keemasan Baru', Prabowo dan Donald Trump Sepakati Perjanjian Dagang Timbal Balik
Terkini
-
Viral Troli Jadi Mainan 'Kereta-keretaan', Bandara Lombok Tegaskan Aturan Fasilitas
-
Sah! Prihati Pujowaskito dan Saiful Hidayat Resmi Nakhodai BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
-
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
-
Buka 'Era Keemasan Baru', Prabowo dan Donald Trump Sepakati Perjanjian Dagang Timbal Balik
-
Wapres Gibran Buka Pengaduan di Kebon Sirih, Bantu Warga Tak Mampu Bayar SPP