Matamata.com - Pengacara Roro Fitria, Asgar Sjarfi, membongkar fakta mengejutkan tentang tes urine kliennya. Terungkap bahwa Roro Fitria menukar urine-nya dengan milik sang orangtua demi mendapatkan hasil negatif menggunakan narkoba.
Hal itu dilakukan Roro Fitria karena terlalu banyak mendengar pendapat orang lain. Beberapa pihak rupanya sempat menyebut bahwa orang dengan hasil urine negatif narkoba akan mendapat hukuman yang lebih ringan.
"Jadi memang Nyai (Roro Fitria) itu ketika awal itu dia banyak mendengar masukan dari orang lain. Jadi dia takut jadi pemakai hukumannya lebih berat itu," ujar Asgar Sjarfi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2019) pada Suara.com.
"Dia itu ketika pipis itu dia tukar dengan pipis ortunya jadi hasil urinnya negatif," sambungnya lagi.
Asgar Sjarfi mengaku sudah berencana memberi tahu hal itu di persidangan. Namun, karena satu dan lain hal, ia urung melakukannya.
"Padahal itu kesalahan saya mau mengatakan pas sidang itu cuma karena orangtuanya nggak boleh jadi saksi, makanya Nyai batal mengatakan itu," kaya Asgar Sjarfi.
Seperti diketahui, Roro Fitria divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Oktober 2018. Ia dianggap melanggar Pasal 112 Ayat 1 UU No. 35 2009 tentang Narkoba.
Roro Fitria pun sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Namun, banding tersebut ditolak dan dirinya harus tetap melaksanakan hukuman pada vonis awal hakim.
Suara.com/Sumarni
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo