Matamata.com - Video Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua dijebloskan ke tahanan Polda Metro Jaya terkait kasus ikan asin viral.
Setidaknya, video yang diunggah channel YouTube Suara.com tersebut sudah ditonton 120 ribu kali lebih hanya dalam beberapa jam saja.
Video ini pun diguyur sedikitnya 2.351 komentar. Reaksinya pun beragam. Kebanyakan girang Pablo dan Rey Utami dibui.
"Aku suka sama wartawan nya. Mas Galih gimana ikan asin nya. Mas Pablo kok nggak ketawa huahahaha. Mam*** lho. Jangan sepelekan doa org yang didzolimin," tulis mama Cuty.
Lucunya, ada yang mengomentari pertanyaan seorang wartawan kepada Pablo.
"Saya mau mengucapkan terima kasih buat wartawan yang bertanya 'Bagaimana mas Pablo,ga mau ketawa lagi'. Aduh merasa terwakili suara hatiku. Oiya makasih juga sama wartawan yang bertanya 'Mas Galih, gimana ikan asinnya'Terwakili curhatnya emak-emak," timpal @sherly wuanya.
"Wartawan kocak dah, 'Mas Galih gimana ikan asinnya?' Hahahhaaha, gemes pengen gua cium tuh wartawan kocak bener," seru @Sam Wimoe.
Galih Ginanjar, Rey Utami serta Pablo Benua resmi ditahan terkait kasus video ikan asin yang dilaporkan Fairuz A Rafiq. Sebelumnya, pihak penyidik telah memeriksa dan menyodorkan surat perintah penahanan.
“Tadi malam penyidik dari Krimsus, Cyber telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Rey, Pablo dan tersangka Galih. Jadi pemeriksaan sudah dilakukan dan tadi malam sampai jam 2 pagi. Setelah selesai dilakukan pemeriksaan kemudian penyidik mendapat surat perintah penahanan,” kata Kabid Humas Kombes Pol. Argo Yoewono saat memberikan keterangan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat (12/7/2019).
Saat ini ketiganya tengah melakukan pemeriksaan kesehatan dan dibawa ke klinik Polda Metro Jaya. Di sana, ketiga tersangka bakal dicek urine dan langsung dijebloskan ke sel.
Berita Terkait
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
-
Anggota DPR: Kritik Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo