Matamata.com - Aktor senior Ray Sahetapy memberikan klarifikasi terkait kabar anak perempuannya disiksa oleh suami bulenya di Amerika Serikat.
Melalui pesan WhatsApp, mantan suami penyanyi lawas Dewi Yull tersebut menegaskaa Tiga Setia Gara, pentolan grup band underground Silly Riot bukan anaknya seperti yang diberitakan.
"Bukan. Saya hanya teman satu film," tulis Ray Sahetapy saat dikonfirmasi oleh wartawan.
Kendati demikian, Ray Sahetapy berharap Tiga Setia Gara segera mendapatkan bantuan dari masyarakat Indonesia yang berada di Amerika Serikat.
"Saya sudah hubungi Tiga tapi tidak diangkat, mudah-mudahan masyarakat kita di sana telah membantunya," imbuh Ray.
Sebelumnya, Tiga Setia Gara, pentolan grup band Silly Riot curhat disiksa suami bulenya, james, melalui akun media sosial Instagram.
Kedekatan Tiga Setia Gara dengan Ray Sahetapy diketahui dari unggahan fotonya. Di situ, Tiga panggil Ray Sahetapy dengan sebuatan Papa.
Tiga Setia Gara, rocker cadas pentolan grup band Silly Riot unggah curhat pilu di media sosial Instagram. Dia mengaku disiksa suaminya, James, hingga lututnya hancur dan terpaksa dioperasi.
Di situ Tiga juga curhat alami perlakuan sarkasme dari polisi Amerika Serikat hanya karena dia orang Asia. Seperti diketahui, saat ini Tiga Setia Dara dan suaminya tinggal di Ohio, Amerika Serikat.
Dalam video tersebut, dia minta bantuan kepada masyarakat Indonesia dan Keduataan Besar Indonesia di Amerika Serikat untuk memulangkannya ke Tanah Air.
Ray Sahetapy diketahui menikah dengan Dewi Yull tanggal 16 Juni 1981, tanpa restu orang tua Dewi Yull, HRM Soendaryo dan Masayu Devi Hetimawati karena perbedaan agama.
Meski ditentang, pernikahan Ray dan Dewi Yull mampu bertahan 23 tahun serta dikaruniai empat orang anak, Giscka Putri Agustina Sahetapy, Rama Putra Sahetapy, Surya Sahetapy, dan Muhammad Raya. Karena menolak dipoligami, Dewi memilih cerai dari Ray.
Berita Terkait
-
Trump Puji Sejarah Hubungan AS-China: "Kita Memiliki Banyak Kesamaan"
-
AS Tetapkan Iran sebagai Ancaman Terbesar di Timur Tengah dalam Strategi Kontraterorisme Terbaru
-
Macron Tegaskan Prancis Tak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz
-
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
-
China Sebut Situasi Timur Tengah Kritis meski Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo