Matamata.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan selebgram Medina Zein telah dibawa ke Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) kemarin. Dalam beberapa hari ke depan hasilnya akan diumumkan.
"Kita masih menunggu dari Puslabfor nanti tunggu aja hasilnya, kalau dalam ketentuannya sih 2 Januari," ujar Kombes Pol Yusri Yunus, saat dihubungi, Selasa (31/12/2019).
Usai menjalani tes, Medina Zein pun dikembalikan ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, kasusnya pun masih didalami.
"(Medina) masih di polda masih, di narkoba polda, masih didalami terus," ujarnya.
Sebelumnya, Kombes Yusri Yunus mengatakan selebgram Medina Zein telah menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, adik ipar aktor senior Ibra Azhari positif memakai narkoba jenis Amfetamin.
Kemudian, kemarin, Medina di bawa ke Puslabfor Kalimalang untuk jalani tes rambut. Nantinya, dari hasil tersebut akan diketahui pasti seberapa aktif Medina Zein telah menggunakan narkoba.
Medina Zein sebelumnya diamankan polisi pada Sabtu (27/12/2019). Penangkapan tersebut merupakan pengembangan kasus narkoba yang menjerat kakak iparnya, Ibra Azhari.
Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi pada hari ini, Senin (30/12/2019) menyatakan Medina Zein positif narkotika jenis amfetamin.
"Yang bersangkutan kemarin sudah kita lakukan pemeriksaan, tes urin, dia positif Amfetamin. Yang bersangkutan benar sebagai pemakai ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunuss di kantornya, Senin (30/12/2019).
Praktis, Medina Zein langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kabar terkini, Medina dan Ibra Azhari baru saja dibawa ke Puslabfor Kalimalang untuk jalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
Terpopuler
-
KPK Dalami Mekanisme Lelang EDC BRI, Mantan Direktur dan Pihak Swasta Diperiksa
-
BRIN Kembangkan Xanthan Gum Lokal, Targetkan Efisiensi Migas dan Substitusi Impor
-
TNI AL Gunakan B50, Upaya Efisiensi BBM dan Perkuat Operasional Kapal Patroli
-
Dukung Minat Anak dengan Eksplorasi Profesi di KidZania Jakarta
-
Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo