Matamata.com - Sidang tuntutan perkara dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat musisi Zulkifli alias Zul Zivilia telah ditunda dua minggu berturut-turut. Penundaan sidang terjadi pada 21 dan 28 Oktober 2019.
Melihat hal tersebut Retno Paradinah, istri Zul Zivilia mengaku cemas dengan keadaan tersebut.
"Dua kali (ditunda). Minggu lalu jaksa nggak hadir. Senin kemarin berkas sudah selesai cuman (JPU) minta dibacakan minggu depan," kata Retno Paradinah saat ditemui, di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).
Namun Retno Paradinah memaklumi alasan jaksa menunda pembacaan tuntutan suaminya.
Dia menilai hal tersebut dilakukan demi keadilan terdakwa lain yang ditangkap berbarengan dengan suaminya.
"Iya ini mau dibarengin tuntutannya sama terdakwa yang lain. kan ada sembilan orang. Sembilan itu tiga berkas kan yang satu kelar yang satu belum kalau misalnya yang satu dibacakan kasihan yang satu lagi psikologisnya," jelasnya.
Terkait tuntutan yang akan dibacakan nanti, sebagai istri dia hanya bisa pasrah dan berdoa. Begitu juga dengan pelantun lagu Aishiteru yang sudah siap mendengar hukuman yang bakal diterimanya karena telah memiliki narkotika sabu dan ekstasi.
"Ya berdoa, intinya keluarga mah doa aja. Yah siap nggak siap," pungkasnya.
Seperti diketahui, Zul Zivilia ditangkap di salah satu apartemen di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada 28 Februari 2019 lalu. Dia ditangkap setelah kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat 9,4 kilogram serta 24 ribu butir ekstasi. Atas perbuatannya, Zul terancam hukuman mati.
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo