Matamata.com - Selang beberapa saat usai polisi gelar jumpa pers terkait penangkapan, Ibra Azhari tiba-tiba keluar dari ruang tahanan Polda Metro Jaya dengan kondisi mengenaskan.
Adik Ayu Azhari itu tampak lemas sehingga dipapah oleh dua petugas kepolisian menuju Unit Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Metro Jaya.
Dengan kedua tangan yang diborgol, Ibra Azhari tampak begitu lemah. Jalannya terseok-seok dan napasnya terengah.
"Harus kuat, kuat," kata salah satu petugas kepada Ibra Azhari yang sudah dalam keadaan nyaris pingsan.
Saat ditanyai awak media soal kondisi Ibra Azhari, petugas sama sekali tak memberi jawaban. Begitu juga dengan Ibra yang sejak rilis penangkapan digelar nampak tertunduk.
Diketahui, Ditres Narkoba Polda Metro Jaya, mengamankan Ibra Azhari di kediamannya di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (22/12/2019) dini hari.
Ibra Azhari ditangkap bersama tersangka lainnya, IS dan MH yang menjadi perantara pemesanan sabu.
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo