Matamata.com - Sudah hampir satu bulan, aktor senior Mark Sungkar ditahan di Polda Metro Jaya. Diungkap oleh kuasa hukum Mark, Fahri Bahmid, penahanan dilakukan sejak berkas kasus korupsi yang menjerat kliennya dilimpahkan dari Polda Metro ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
"Jadi pas berkas dilimpahkan, pak Mark ditahan ditahap penuntutan. Kemudian berkas dilimpahkan ke Tipikor jadi tahanan hakim. Karena memang mereka punya kewenangan menahan," kata Fahri ditemui di Penadilan Tipikor, kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).
Diungkap pengacara, ayah artis Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar itu sakit-sakitan sejak ditahan. Hal ini lantaran Mark Sungkar terserang diare. "Pak Mark kan memang sudah nggak muda, sudah 73 tahun. Jadi beliau keadaannya tidak bagus," ujar dia.
Mark Sungkar juga mengeluh sakit di bagian pinggang, selain diare. "Itu salah satu penyakit lamanya," kata dia. Tim kuasa hukum akan ajukan penangguhan penahanan buntut kondisi Mark Sungkar yang menurun tersebut .
"Nanti akan kita mintakan ke Majelis Hakim dengan pertimbangan kemanusiaan untuk penangguhan penahanan atau dijadikan tahanan rumah. Itu bisa saja ya tergantung instansi yang menahan," ujar Fahri.
Mark Sungkar yang merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI) didakwa melakukan korupsi terkait dana olahraga triathlon sehingga merugikan negara senilai Rp 649,9 juta.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam dakwaannya, menyebut Mark Sungkar diduga membuat laporan fiktif terkait belanja kegiatan dana platnas Asian Games 2018. Sidang lanjutan Mark Sungkar akan digelar hari ini sekitar pukul 16.00 WIB.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Mekanisme Lelang EDC BRI, Mantan Direktur dan Pihak Swasta Diperiksa
-
Kementerian Haji Libatkan Kejagung Kawal Penyelenggaraan Ibadah Bebas Korupsi
-
KPK Tunggu Jaksa Pulang dari Sumut untuk Putuskan Pemanggilan Bobby Nasution
-
Diduga Milik Riza Chalid, Kejagung Sita Uang Asing dan Mobil Mewah
-
Tom Lembong Gugat Tiga Hakim ke MA, Desak Evaluasi Penegakan Hukum
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo