Matamata.com - Mark Sungkar sangat bersyukur karena dirinya resmi menjadi tahanan kota. Ini artinya dia keluar dari penjara.
Dia percaya kasus dugaan korupsi dana olahraga triathlon yang menyeret namanya terjadi atas kehendak Tuhan, begitu pula dengan dikabulkannya permohonan sebagai tahanan kota.
"Bersyukur kepada Allah. Karena semua Allah yang ngatur. Tidak ada satu pun musibah tanpa ada izin dari Allah. Dan ini bukan musibah, ini cobaan," kata Mark Sungkar, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2021).
Aktor 72 tahun ini tak pernah menyesalkan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Alih-alih merasa terbebani dengan statusnya sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi, Mark Sungkar memiilih memetik hikmah di balik cobaan tersebut.
"Oh ini masya Allah. Kalau hikmahnya besar sekali saya nikmatin dalam tahanan," ucap ayah Zaskia dan Shireen Sungkar ini.
Selain itu Mark Sungkar tidak ingin menyikapi statusnya sebagai tahanan kota berlebihan. Baginya yang terpenting dengan mengucap syukur kepada Tuhan.
"Setiap saat kita bersyukur," tutur suami Santi Asoka Mala ini.
Mark Sungkar mengajukan penangguhan penahanan dengan alasan usia yang sudah uzur. Selain itu, mantan suami Fanny Bauty ini juga sempat terpapar Covid-19 selama menjadi tahanan.
Mark Sungkar yang merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI) ditahan karena dituduh korupsi acara triathlon.
Mark Sungkar didakwa melakukan korupsi terkait dana olahraga triathlon sehingga merugikan negara senilai Rp 649,9 juta.
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut bintang film Si Pitung ini diduga membuat laporan fiktif terkait belanja kegiatan dana platnas Asian Games 2018.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Mekanisme Lelang EDC BRI, Mantan Direktur dan Pihak Swasta Diperiksa
-
Kementerian Haji Libatkan Kejagung Kawal Penyelenggaraan Ibadah Bebas Korupsi
-
KPK Tunggu Jaksa Pulang dari Sumut untuk Putuskan Pemanggilan Bobby Nasution
-
Diduga Milik Riza Chalid, Kejagung Sita Uang Asing dan Mobil Mewah
-
Tom Lembong Gugat Tiga Hakim ke MA, Desak Evaluasi Penegakan Hukum
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo