Matamata.com - Kematian Michael Jackson pada 2009 lalu memang mengejutkan publik saat itu. Ditambah lagi, menurut laporan kematian, ia dinyatakan meninggal dunia karena obat-obatan yang dikonsumsi selama ini.
Melansir dari laman NY Post, menyusul analisis tersebut, salah satu dokte pribadinya, dr. Murray bertanggung jawab atas kematiannya. Dokter tersebut akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun karena pembunuhan yang tidak disengaja.
Namun baru-baru ini, sebuah kebenaran terungkap, terkait kematiannya yang dikaitkan dengan konsumsi narkoba. Hal ini disampaikan melalui sebuah berkas laporan mengenai penyanyi pop dunia ini.
Berdasarkan berkas laporan tersebut, seperti yang dilansir oleh NY Post, sebenarnya Michael Jackson memiliki lebih dari satu dokter pribadi. Selain itu, banyak obat-obatan yang ia konsumsi, tentu saja selain dari dr. Murray.
"Ini jauh lebih rumit dari sekadar dr. Murray berada di samping tempat tidurnya ketika dia meninggal," ungkap seorang detektif dalam dokumen tersebut.
Menurut ahli, obat-obatan yang dikonsumsi oleh Michael Jackson sebelum meninggal dunai itu tak sesuai aturan. Hal ini lantaran obat tersebut tidak seharusnya dikonsumsi untuk mengatasi insomnia, seperti yang dibutuhkan Michael Jackson.
Sementara itu, Michael Jackson sendiri pernah mengungkapkan bahwa dirinya memiliki ketergantungan pada obat.
"Saya menjadi semakin tergantung pada obat penghilang rasa sakit untuk membuat saya menjalani hari-hari tur saya," kata Jackson.
Namun ada cara khusus yang dilakukan oleh sang bintang agar tetap bisa membeli atau mendapatkan obat-obatan tersebut. Ia bahkan diklaim menggunakan setidaknya 19 identitas palsu demi membeli kategori narkoba.
Caranya adalah dengan menggunakan banyak dokter untuk menemukan setiap obat yang ia perlukan. Pada akhirnya, ada yang menyimpulkan bahwa dirinya sendiri yang bertanggung jawab atas kematiannya.
"Michael Jackson adalah seorang pecandu narkoba dan dia ahli dalam manipulasi karena saya dimanipulasi oleh Michael," tambah dr. Murray.
Berita Terkait
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
-
Hakim Putuskan Ammar Zoni, bakal Dipindahkan dari Lapas Nusakambangan ke Jakarta
-
Pengamat: Bandar Narkoba Ketar-ketir Usai Prabowo Hadiri Pemusnahan Barang Bukti
-
Prabowo Ajak Masyarakat Aktif Laporkan Peredaran Narkoba
-
Presiden Prabowo Saksikan Pemusnahan 214 Ton Narkoba Senilai Rp29 Triliun di Mabes Polri
Terpopuler
-
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
-
Menaker Yassierli Targetkan Program Magang Nasional 2026 Jangkau Seluruh Provinsi
-
Menko AHY Ingatkan Ekspansi Pusat Data Harus Perhatikan Ketahanan Air Nasional
-
Peluk Hangat dari Amman: Presiden Prabowo Disambut Diaspora dan Mahasiswa Indonesia
-
Dikawal Pesawat Tempur, Presiden Prabowo Tiba di Yordania untuk Temui Raja Abdullah II
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!